Skema Daur Hidup Tumbuhan Paku

Jelaskan dengan skema daur hidup tumbuhan paku homospora!

kalian yang mendapatkan permasalahan pertanyaan tentang Skema Daur Hidup Tumbuhan Paku, sebaiknya adik-adik bisa mencatatnya ataupun bisa simpan artikel yang tersedia, agar nanti kalau ada persoalan tentang yang sama, kalian bisa mengerjakanya dengan tepat dan tentu saja akan dapat menghasilkan nilai yang lebih sempurna lagi. Untuk itu itu kakak persilahkan menyimak hasil dan pembahasan Skema Daur Hidup Tumbuhan Paku yang bisa Adik-adik lihat dibawah ini.

Pembahasan: Skema Daur Hidup Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku umumnya hidup di daerah iklim basah. Daur hidup tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama yaitu fase gametofit dan fase sporofit. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), sedangkan tumbuhan paku yang mudah dilihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Skema daur hidup tumbuhan paku homospora yaitu sebagai berikut,
Spora bersifat haploid yang jatuh ke permukaan tanah akan berkecambah dan berkembang menjadi protalium. Protalium bersifat haploid memiliki struktur yang berbentuk jantung, pipih dan berwarna hijau. Protalium ini membentuk organ kelamin jantan (anteredium) dan kelamin betina (arkegonium) yang akan menghasilkan gamet-gamet yang merupakan struktur utama gametofit. Anteredium menghasilkan gamet berupa sel sperma dan arkegonium menghasilkan gamet berupa sel ovum. Bila terjadi pembuahan ovum oleh spermatozoid maka akan dihasilkan zigot yang bersifat diploid. Selanjutnya zigot akan tumbuh menjadi embrio dan akhirnya menjadi tanaman paku dewasa yang bersifat diploid. Setelah dewasa, sporofil dari tumbuhan paku akan menghasilkan spora yang terdapat di dalam kotak spora (sporangium). Kotak spora ini akan berkumpul di dalam sorus. 

Jawaban dari pertanyaan Skema Daur Hidup Tumbuhan Paku diatas, Semoga dapat menambah ilmu kamu semua.